Halo. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang GPU Kentang dan Integer Scaling yang sedang hangat-hangatnya diperbincangkan.
Berkat cryptocurrency dan chip shortage (yang saya sendiri masih meragukan hal ini), harga komponen komputer terutama Graphic Processing Unit (GPU) bergerak naik dan jauh dari kata sehat. Gimana enggak, GPU yang dulunya dibanderol dengan harga yang senantiasa berpatokan dengan MSRP, kini bisa naik hampir 3 kali lipat.
50% Salah Miner, 50% Salah Chip Shortage?
Actually, i don’t give a fuck about miner and their damn cryptocurrency, seriously. Tbh, kalau mereka memang punya modal untuk mining, kenapa tidak? Tbvh, yang sebenarnya patut dipertanyakan di sini adalah chip shortage. Apakah benar adanya bahwa chip shortage ini memang tengah berlangsung? Dan kalau memang demikian, apa alasan di balik chip shortage tersebut, tentunya selain permasalahan yang ditimbulkan dari COVID-19.
Sebenarnya agak kurang etis bagi saya pribadi untuk mengutarakan hal ini, namun apakah benar negara-negara maju yang taat akan prokes saat ini tidak mampu memproduksi chip dengan normal? Honestly, i don’t think so, karena ini bukan +62 dimana prokes dengan mudahnya dilanggar seperti membalikkan telapak bayi.
Mau menyalahkan miner yang dengan entengnya memborong stok GPU di pasaran saat ini? Well, sebenarnya mereka tidak sepenuhnya salah, karena mereka memang memiliki modal saat itu dan tidak menunda-nunda untuk membeli GPU. Lantas, selain alasan ‘masih menabung’ atau ‘tidak punya uang’, apakah alasan kalian sampai terlena hingga tidak membeli GPU di saat harga masih normal? Yah, mungkin memang belum saatnya.
Namun serius, hal yang sampai saat ini mengganjal pikiran Author adalah apakah benar chip shortage tengah berlangsung, atau hanya siasat para oknum nakal yang ingin mencari easy money di zaman serba susah seperti sekarang ini?
Bahkan, baru-baru ini sebuah toko komputer di Bahrain mendapatkan pasokan GPU dari Sapphire dan PowerColor dalam jumlah yang tidak main-main. It’s inevitable, tapi ‘money talks‘ agaknya yang memang mendasari chip shortage ini berlangsung hingga ke taraf yang sudah tidak dapat tertolong lagi dan akan berlangsung hingga bertahun-tahun lamanya.
Lantas, Apa Yang Harus Kita Lakukan?
Dengan tidak membeli GPU di saat yang kurang tepat seperti sekarang ini. Sebutuh-butuhnya kamu untuk mendapatkan komponen gaib yang satu ini, alangkah bijaknya bila kita mengalokasikan ‘dana’ atau ‘tabungan’ yang tersedia untuk membeli sebuah laptop gaming.
Kalau kamu mampu berpikir secara jernih, manakah yang lebih kamu pilih antara laptop gaming, atau sebuah komponen bernama GPU? Imagine membeli GPU ‘idaman’ tempo dulu yang belum termasuk komponen lain dengan harga yang sama daripada membeli laptop gaming sebagai ‘solusi sementara’ untuk mengatasi permasalahan ini.
Raise in GPU price might be temporary, but a gaming laptop is your best bet, at least for now.
Berpikir Sejenak, Apakah Sebuah GPU Akan Worth It?
Yes, di sini Author akan mencoba mengajak kalian untuk berpikir jernih barang sebentar, dan bertanya kepada para pembaca setia, “Apakah sebuah GPU akan worth it, terutama bila di rentang harga tersebut kalian bahkan bisa mendapatkan sebuah laptop gaming?”.
Anyway, di sini saya sama sekali tidak memaksakan kalian mengapa kalian harus berpikir seratus kali sebelum membeli GPU idaman, karena sebagai manusia yang memiliki akal sehat, tentu dapat menilai sendiri terhadap permasalahan seperti ini, ye kan?
Adanya Permainan Dari Distributor?
Di sini saya bukan bermaksud untuk menjelek-jelekkan para distributor, namun this might be the cause. Distributor bukanlah sesuatu yang mewakili perseorangan dan tentu akan lebih memilih margin keuntungan sebagai prioritas, and this is a fact.
Logikanya gini sih, apa untungnya bagi pihak distributor ngasih harga murah kalau pihak mereka sendiri tidak menerima keuntungan sama sekali? Nah di sini kita bisa menyimpulkan bahwa sebenarnya ada beberapa distributor yang memang bermain ‘bersih’, namun ada juga sebagian yang bermain ‘kurang bersih’ karena memasok untuk toko yang memang dikhususkan untuk cryptocurrency.
You know, money talks, and it’s inevitable.
Selain Itu, Apa Solusi Yang Bisa Kita Lakukan?
- Memanfaatkan GPU yang sudah ada semaksimal mungkin
- Menabung untuk keperluan lain, atau membeli laptop gaming
- Ganti hobi (buat yang suka rakit-merakit komputer)
Menurut Author, saat ini hanya ada tiga solusi untuk mengatasi hal ini, dan suka tidak suka, kalian harus bisa beradaptasi dengan semua ini sampai harga berangsur normal. Bersyukur dengan apa yang sudah ada merupakan langkah yang tepat untuk menyiasati hal ini. Ingatlah, GPU akan dapat kalian beli di lain kesempatan.
Alih-alih membuang uang untuk membeli sebuah GPU yang overpriced sangat, bukankah akan lebih bijak bila kita mengalokasikan dana tersebut untuk hal yang lebih berguna? STOP jadi pembeli yang bodoh. You ain’t losing to someone who has superior GPU because you’re good on your own!
Kenapa? In-case you didn’t know atau baru tau, Integer Scaling atau AMD FSR sangat-sangat mungkin menjadi jawaban dari semua permasalahan ini. Singkatnya, Integer Scaling atau AMD FSR ini memiliki fungsi yang sama, yaitu melakukan rescaling dari input x ke input y melalui serangkaian proses.
Rescaling sendiri merupakan sebuah proses dimana sebuah program atau aplikasi merubah suatu ukuran dari besar ke kecil (downscaling) maupun sebaliknya dari kecil ke besar (upscaling). Nah, buat kita yang memiliki GPU Kentang dan ingin mencoba bermain di resolusi yang lebih tinggi, kalian bisa memanfaatkan upscaling yang ditawarkan melalui aplikasi seperti AMD FSR.
Author sendiri sudah mencoba fitur Integer Scaling ini untuk memainkan game-game yang membutuhkan FPS besar, namun dengan menggunakan GPU kentang. Sebagai contoh, iGPU Ryzen 5 3400G mampu memainkan Apex Legends pada resolusi 1600×900 dengan lancar @60FPS, namun menjadi kurang ideal bila memainkan game tersebut pada resolusi 1920×1080 yang hanya mampu menghasilkan @40-50FPS.
Nah, dengan melakukan upscaling, resolusi 1600×900 dapat diperbesar sedemikian rupa hingga menyerupai 1920×1080, namun tetap mampu menghasilkan 60 FPS. Solusi murah dan mudah ini sangat cocok untuk diterapkan pada perangkat yang kurang mumpuni.
Nah, itulah kira-kira solusi yang bisa kamu terapkan di saat harga GPU sedang tidak ngotak seperti sekarang ini. Sebisa mungkin untuk selalu mempertimbangkan keputusan yang kalian ambil agar tidak menyesal di kemudian hari.


Leave a comment